KEPRIBADIAN MANUSIA

Image result for kepribadian

Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.Di samping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.

PENGERTIAN KEPRIBADIAN MENURUT PARA AHLI

Pada zaman Yunani kuno, topeng merupakan perlengkapan yang digunakan oleh para aktor sandiwara. Karakter yang dimainkan oleh para aktor adalah menampilkan kepribadian atau karakter sesuai dengan topeng yang digunakan. Dalam hal ini, topeng menggambarkan tentang siapa, apa, mengapa dan bagaimana perilaku seseorang.

Topeng dalam bahasa Yunani adalah persona, yang kemudian diserap dalam bahasa Inggris menjadi personality. Kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tertanam dalam diri manusia.

Dorland mengemukakan tentang makna kepribadian, beliau menyampaikan bahwa kepribadian adalah sebuah pola unik seseorang dalam proses berpikir, merasakan dan melakukan tindakan yang cenderung stabil dan terprediksi.

Kepribadian juga didefinisikan sebagai kecenderungan sejak lahir (herediter) yang dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan, sehingga berpengaruh pada kejiwaan dan tindakannya dalam kehidupan. Hal ini merupakan pandangan kepribadian dari Weller.

Pendapat berikutnya datang dari ahli kepribadian bernama Allport, menurutnya kepribadian merupakan sebuah sistem psikofisis dalam diri seseorang yang bersifat dinamis, sehingga menimbulkan cara khas individu dalam menyesuaikan dirinya dalam lingkungan.

Pengertian lainnya datang dari David Krech & Richard S. Cruthcfield yang menyatakan bahwa kepribadian merupakan sebuah intergrasi dari karakter yang dimiliki seseorang dalam sebuah kesatuan yang khas, sehingga seseorang tersebut dapat memodifikasi dan menentukan penyesuaian diri. (dari lingkungan disekelilingnya yang selalu berubah).

JENIS-JENIS KEPRIBADIAN MENURUT HIPPOCRATES

1. Sanguinis

Enerjik, ramah, memberikan kesan ceria dalam kondisi apapun, dan suka memotivasi orang lain. Para Sanguinis memiliki kecenderungan untuk mencari perhatian, kasih sayang, dukungan, dan pengakuan dari orang-orang di sekitar mereka.

2. Koleris

Memiliki sikap tegas, berorientasi pada tujuan, dan dapat mengatur sebuah tindakan dengan cepat. Orang berkeperibadian Koleris cenderung mencari kesetiaan dan penghargaan dari orang lain atas kemampuan dirinya.

Biasanya orang Koleris juga menyukai tantangan dan dapat dengan mudah menyelesaikan tugas yang sulit sekalipun. Kedisiplinan dan kemampuan mereka untuk tetap fokus terhadap suatu hal membuat dirinya berpotensi menjadi seorang pemimpin yang baik. Namun, hal tersebut juga dapat menyebabkan diri mereka menjadi workaholic, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain.

3. Melankolis

Adalah tipe kepribadian yang memiliki ciri sikap pendiam, pemikir, dan perfeksionis. Sikap perfeksionisnya membuat seseorang mampu menyelesaikan tugas secara sistematis dan tepat waktu, namun tak jarang hal tersebut juga membuat mereka menjadi pesimis, kritis, dan sering kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan usaha yang telah mereka lakukan. Seseorang dengan tipe kepribadian melankolis cenderung membutuhkan kepekaan dan dukungan dari orang lain. Mereka juga biasanya membutuhkan ruang dan kesunyian untuk memikirkan sesuatu sebelum mereka bertindak, menulis, atau membicarakan apa yang ada di dalam pikirannya.

4. Plegmatis

Seseorang dengan kepribadian ini biasanya memiliki pembawaan yang selalu merasa cukup terhadap apa yang dimiliki, sederhana, mencari kedamaian dengan lebih banyak diam, tidak mudah bergaul walaupun sesungguhnya mereka menyukai berada di dekat orang banyak, dan mampu menyeimbangkan diri mereka sendiri.

Bagi orang lain, anak dengan tipe plegmatis terlihat lebih lamban, namun hal tersebut bukan karena mereka tidak sepintar dan setangkas orang lain, melainkan namun ini justru karena mereka memiliki penguasaan diri yang baik dan awas terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka bahkan mampu mengatakan hal yang tepat pada waktu yang tepat.

Pada dasarnya seseorang dengan tipe ini tidak menyukai resiko dan tantangan, mereka juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap suatu perubahan. Walaupun mereka cenderung menghindari masalah yang dapat membebankan diri mereka, tetapi mereka dapat menyelesaikan tugas di bawah tekanan.

Orang dengan tipe ini juga merupakan individu yang setia serta selalu berusaha menghormati keluarga mereka dan membantu orang yang membutuhkan pertolongan.

3 KEPRIBADIAN MANUSIA MENURUT CARL GUSTAV JUNG (C.G Jung).

1. Introvert

Image result for introvert

Introvert adalah sikap atau karakter seseorang yang memiliki orientasi subyektif secara mental dalam menjalani kehidupannya. – C.G Jung –

Kepribadian introvert cenderung menyukai kondisi yang tenang, senang menyendiri, reflektif terhadap apa yang mereka lakukan. Mereka memiliki kecenderungan untuk menjauhi interaksi dengan hal-hal baru.

Seseorang introvert sangat senang untuk melakukan aktivitas yang bersifat soliter (dapat di lakukan sendirian tanpa bantuan orang lain). Kegiatan tersebut seperti menulis, membaca, mengoperasikan komputer, menonton film, memancing dan lain sebagainya.

Banyak dari seniman, komposer lagu, penulis novel, atau penemu biasanya memiliki kepribadian introvert. Mereka lebih menyukai menikmati waktu yang dihabiskan sendirian, karena menurut mereka, sendirian adalah hal yang menyenangkan.

Selain itu, introvert juga memiliki kemampuan yang sangat baik dalam melakukan analisa hal-hal rumit. Mereka lebih mudah untuk berkonsentrasi saat memecahkan masalah.

2. Ekstrovert

Image result for ekstrovert

Pengertian extrovert adalah kebalikan dari introvert. Jika introvert lebih senang menyendiri, maka seseorang extrovert lebih menyukai lingkungan yang interaktif. Mereka cukup antusias dalam hal baru dan senang bergaul.

Hal itu disebabkan karena seorang extrovert lebih didominasi dengan sifat, kondisi atau kebiasaan yang menyenangkan dari luar diri mereka sendiri. Bagi mereka, aktivitas sosial, berinteraksi dengan orang lain, bertukar informasi dengan banyak orang dan senang bergaul adalah hal yang menyenangkan.

Sebaliknya jika mereka berada dalam keadaan sendiri bagi mereka adalah sesuatu yang membosankan.

Jika kita selalu bersemangat ketika teman kita mengajak main, mengajak kumpul bareng dan selalu mendominasi perbincangan, kita cenderung berkepribadian extrovert.

Seorang extrovert cenderung menjadi lebih bersemangat untuk melakukan banyak hal jika mereka berada di lingkungan yang interaktif. Seorang extrovert biasanya adalah seorang ice breaker atau pencair suasana.

Mereka yang extrovert biasanya lebih bisa menyesuaikan diri dan bekerja sama dengan baik dalam sebuah komunitas atau organisasi sosial.

3. Ambivert

Related image

Ambivert adalah kepribadian yang istimewa, ia seorang introvert dan juga bisa menjadi extrovert. Ada seseorang yang terlahir langsung dengan kepribadian ambivert. Umumnya seorang ambivert lebih cenderung mendominasi dari kelemahan introvert dan extrovert.

Namun seiring bertambahnya usia, banyaknya proses kehidupan yang seseorang lewati. Seorang ambivert akan bisa mengendalikan potensi dan kelebihan yang ada pada diri mereka.

Di dalam hal ini setiap orang sebenarnya bisa seperti ini. Seseorang ambivert adalah mereka yang telah melalui berbagai lika-liku hidup dan berbagai pengalaman. Kelebihan dari keduanya bisa di optimalkan, tentu hal ini adalah hal yang sangat baik.

Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kepribadian

  1. Kondisi Fisik, keadaan yang menimpa fisik seseorang seperti kelelahan, kekurangan gizi, penyakit tahunan, gangguan pada kelenjar endoktrin ke tiroid akan membuat seseorang merasakan perasaan negative pada dirinya. Misalnya saja, menjadi pemarah, hiperaktif atau bahkan depresi.
  2. Daya Tarik, jika sebuah lingkungan mengatakan bahwa seseorang memiliki daya Tarik tertentu. Hal ini akan membuat sikap sosial yang menguntungkan bagi seseorang yang dianggap menarik tersebut. Sehingga hal ini akan membentuk kepribadian tertentu pada orang tersebut.
  3. Pengalaman Awal, Freud menyatakan bahwa peran masa kecil (kanak-kanak) bahkan sejak lahir seperti trauma kelahiran adalah pengalaman yang sulit dilupakan dalam ingatan. Bisa jadi seseorang tidak ingat betul apa yang sudah terjadi pada dirinya waktu kecil, namun ternyata memeori tersebut bisa tersimpan di alam bawah sadar.
  4. Lingkungan (Budaya), seseorang harus menyesuaikan diri terhadap tekanan yang datang dari kebudayaan yang berlaku dilingkungannya dalam pengembangan pola kepribadian dirinya.
  5. Kecerdasan, sering kali seseorang yang memiliki prestasi dalam hal kecerdasan akan mendapatkan penghargaan dan pujian dari banyak orang. Ada beberapa kasus yang memungkinkan seseorang menjadi sombong dan membuat orang yang berada dibawahnya merasa menjadi orang yang bodoh.
  6. Emosi, seseorang yang tidak stabil emosinya dan cenderung meledak-ledak, akan menjadikan individu tersebut sebagai orang yang murung dan kasar perangainya.

Leave a comment